Kamis, 18 April 2013

another Blog


just want to inform that I have another blog, more personal dan isinya tentang perjalanan menuju hari pernikahan saya, ya betul hari pernikahan :) silahkan mampir ke blog saya yang satu ini yah:

www.mixologyjourney.weebly.com

blog ini masih terus akan aktif kok, hanya saja more personal saya menulis di mixologyjourney. Sampai bertemu di postingan berikutnya.

Cheers.

Naaj

Rabu, 17 April 2013


Mari pergi bertamasya menuju negeri seberang dan berjanji akan pulang jika kelak kau rindukan

HujanDiSenja

Anjing!

Akan aku letakan CCTV di sudut matamu,
agar aku mengetahui siapa saja yang kerap kau pandangi.

akan aku kuliti isi hatimu,
dan aku akan mengetahui siapakah yang bersemayam didalamnya.

akan aku pasang alat perekam di lipatan bibirmu,
kelak kuketahui percakapan macam apa yang sering membawamu memagutkan bibirmu pada bibir yang lain,

dan aku akan menjadi dokter pribadimu,
agar aku dapat membedah isi kepalamu dan mengetahui siapa yang kerap menyita pikiranmu.

Anjing!

ini gila!

aku mendekati kegilaan.

kau tahu?

aku terlalu mencintaimu.

Sabtu, 15 Desember 2012

Thank you, Andiyas.


Dear The One,


Well, what can I say apart from, "Wow!" We've had many rides on the Love Roller Coaster. We've had our downs, but with plenty more ups, and I am so sincerely and utterly devoted to you. with this letter i also wants to say I'm sorry for the times I've hurt you, but I'm glad of the times that I've made you smile and laugh (it's priceless.)

We are both birds of free spirit, but we fly together forever. i know a couple of my words might sounds too much but honestly It is you who I am so sure of spending the rest of my life with, to love and to cherish forever and eternally.



And as fear can stop you loving, love can stop your fear. I believe this to be true. When I look towards our future, you are always pictured there. I worry and I care for you. I have no doubt whatsoever in my mind.

I have previously thought that I have been in love, but then you came along, took my hand and educated me further into learning as to what love REALLY is. I have so much to thank you for.

Thank you for believing in me when I could see no light. Thank you for picking me up when I fell and for kissing the tears off of my face. Thank you for giving me the freedom to tell you how I feel without feeling scared of your reaction. Thank you for your respect of my thoughts and feelings.


The fact that STILL I cannot find the words to describe exactly how my heart feels when I am with you, infuriates me. However, even if I had all descriptive vocabulary embedded unto my brain, I am sure that there still would not be a word that would fit exactly right. 

I don't think you realize how much you inspire me. I am so proud of the person you've become and are becoming. I understand you've been through a lot and you've made not the best of choices, but I can see that you have grown. Though truthfully, I've always known from the very first time I met you to now that you were a strong person.



You are so full of wisdom about life, when you speak it really makes me think that I could stay there forever just to listen to your open mind, for it is peaceful and inviting. Andiyas, you have become my awakening, you helped me see things in a brighter way, In a happier, enlightening way. For I was once drowning from my own fears, completely cynical about love, about hope and security. I used to think that no one understood me and could ever. Then one day, before I knew you personally, you flew into my thoughts and at that moment, though I wasn't truly sure why you were there, suddenly I felt reassured and a smile was brought to my heart. Somehow I believe deep down I knew I loved you then.

When I got to know you, I realized I wasn't alone and that something inside of you was hurting similar to what constantly brought tears to my eyes. I went through a time in my life where I felt worthless, unloved, continuously searching for happiness. i was stuck in the middle of fear, stressfully trying to pull things together. But, you made me laugh and forget everything that was going on. You became my escape, my survival. I don't think I could of made it through this year as strong as I did if you weren't in my life.



You know I thank God every day for the amazing man that He has brought into my life because this man has changed my life in a very beautiful dramatic way. yes that man is you. And I believe people are brought into our life for a reason, a way in which to guide us and help us to see ourself. 

I promise that whatever struggles we have to endure in our relationship, I would still hold onto our love because I believe that this is just the way of God to teach us to be strong and faithful to each other. That after this trial we will still be together and start our new life together with a better future ahead of us. I thank God for you and thank you for being you. 

Terima kasih telah menemani selama 1 tahun terakhir and wow it's been one year! yaay we've made it! ada banyak doa yang kukirim untuk tahun tahun berikutnya ke pintu langit untuk diterima oleh Tuhan.


Jakarta
~ Hari dimana Ia meminta saya untuk menjadi teman hidup selamanya

Senin, 10 Desember 2012

FIN

One fine day, she said to him
I  love you.
But she hide the part that said, 
“and it will be forever.
He sat on the chair, he's not surprised by her confession and simply answered
"Thanks honey..."
But he hide his words that said, 
… sorry, I have never loved you.
And that day,
she was simply,
rejected without knowing at all.

FIN.

Jakarta, November 11th 2012

Dia dan ia (titipan hati)



Ceritakanlah lagi tentang Ia yang mencintai Dia.

aku perempuan gila yang menyandu luka.
sehebat apapun rasa perihnya, aku selalu menikmati.

Kawan baikku adalah kesepian yang hening.
Saudara sedarahku adalah kepingan air mata yang menjelma hujan di senja hari
Guruku adalah helaian waktu yang bercerita tentang kehidupan yang menghilang

Di hari ketika kau memutuskan untuk menitipkan hatimu padaku
percayalah, aku merasakan ketakutan yang sangat hebat
bukan karena aku taku tak bisa menjaganya.
tetapi aku hanya takut jika kelak kau akan ambil kembali hatimu.

Ah, aku dengar racauan teman-temanmu:
"Jangan jatuh cinta pada perempuan gila yang mencandu luka"
mereka boleh mengatakan apapun tentangku
tapi apa yang mereka tahu tentang aku?

Tenang sayang,
aku tak pernah menyimpan dendam pada sesiapun yang menyakitiku
tidak,
hatiku tidak diprogram untuk memendam benci

Tuhan telah membuat hatiku sebegitu luas dan lapang
hingga aku bisa menikmati setiap luka yang diberikan.
bukankah itu salah satu cara Tuhan juga untuk mendewasakan hatiku?

Sayang, serahkan padaku hatimu yang penuh tambal sulam
akan aku perbaiki hingga berfungsi kembali dengan baik.
yakini hatimu padaku.
aku menunggu.
tapi kau tahu bukan jika tiba saatnya nanti
ketika kau tak lagi mampu memilih untuk menitipkan hatimu padaku
maka itulah waktu untukku memilih:
untuk menyelesaikan pekerjaanku dan mencari hati lain yang siap untuk kuperbaiki.

Dia dan ia ( jeda untuk Gadis)


Di sudut ruangan kafe kecil, dengan sebatang nikotin terakhir di antara jemarinya, dia coba membunuh sedihnya sekali lagi dengan alunan lagu sendu yang dibawakan dengan suara serak penyanyi perempuan berambut panjang di tengah kafe dengan bandnya. Kepulan-kepulan asap membuat ingatannya saling bertubrukan dan berhamburan keluar dari memori otaknya. Ingatan saat-saat terakhir bersama sosok gadis yang tak pernah sempat dia bahagiakan. Dia mengerjap, dalam hatinya ia bertepuk tangan untuk ekspresi si penyanyi cafe karena nyanyian riang yang terasa sangat dipaksakan oleh kesenduan yang terbaca dari riak wajah si penyanyi.

betapa pintarnya manusia menyembunyikan apa yang mereka rasakan, Dia meraih cangkir kopi yang berada disampingnya dan menyesapnya kembali, pahit. Tetapi kenyataan jauh lebih pahit lagi dibanding tegukan terakhir kopi hitam pekat yang sejak sejam yang lalu dengan setia menemaninya menulis. 

pernah kuberikan separuh dari jiwaku untuknya, tapi itu tak kembali saat dia tinggalkanku, kini jiwaku tinggal separuh, akankah kuberikan 1/4 lagi itu kepada yang lain?

langkah membawa dia kembali menapak di atas bebatuan kecil di pinggir jalan kota ini. Tak ada maksud untuk berdiam di kota ini terlalu lama walaupun sejujurnya dia nyaman berlama-lama di kota ini jika saja tak ada Ia yang kerap menyerukan namanya dan mengajak kembali pulang. Dan mungkin inilah kali terakhir dia menjejak langkah disini, dikota yang mereka sebut "Kenangan" untuk mengutarakan sepotong maaf yang nyatanya selalu kelu berhenti di ujung lidah. Tapi sepertinya kini telah terlambat, gadis itu telah pergi meninggalkan dia. Ada sesuatu yang mewakilkan rasa penyesalannya: lelehan airmata. 

Betapa aku membayangkan, bahwa wajahmu lah yang pertama kali kulihat…
Ketika mata ini terbuka di pagi hari…

Dia pernah mencintai, menyakiti dan berakhir ditinggalkan oleh gadis dengan senyum manis yang menjadi favoritnya. Gadis ini pernah ada dan akan selalu ada. Gadis ini juga yang menjadi pengingat kecil bahwa sudah saatnyadia mengkoreksi diri. Gadis itu dengan mata berbinar pernah berkata pada dia bahwa waktu mempunyai sayap dan mengajaknya untuk ikut serta terbang melaju menuju dunia yang baru untuk mereka berdua, tetapi dia diam tak bergeming bahkan menolak dan menertawakan gadis itu, 'racauan bodoh, mana mungkin waktu mempunyai sayap!' 

kucoba segala macam cara, hanya untuk membuatmu berkata…
ya…

tapi ternyata, waktu memang bersayap dan dengan cepat membawa gadis itu terbang meninggalkan dia yang masih enggan untuk beranjak dari tempat dimana dia nyaman berdiam hingga suatu ketika dia menyadari bahwa dia telah kehilangan separuh hati dan bahkan hidupnya dia merutuki dirinya sendiri dan bertanya mengapa tuhan tak menciptakan tombol 'rewind', kerap terlihat dia keluar masuk toko barang bekas untuk mencari mesin waktu yang dapat mmembawanya kembali dan menyingkirkan kalimat penolakan untuk ikut serta terbang bersama gadis yang selalu dicintainya itu.

aku melirik ke sebelah, hmm… tak ada apa-apa. kulanjutkan kembali pekerjaanku. sial, sulit sekali konsentrasi. kulihat penunjuk waktu di pergelanganku. ya ampun, sudah hampir tengah malam. kuambil benda di sebelahku dan masih saja tak ada apa. ah, benar saja itu kan sudah lewat, aku tersadar. bahkan sudah hampir setahun lebih berlalu. kuletakkan benda itu kembali.
sulit memang jika sudah kebiasaan.
melihat nama mu di layar ponselku.
Dia sedang belajar mencintai kembali, walaupun setengah dari hatinya telah dibawa pergi oleh gadis dengan senyum manis favoritnya bertahun-tahun yang lalu. tapi setidaknya masih ada setengah lagi untuk dia bertahan. Setiap hari dia berdoa semoga Ia yang telah bersamanya selama setahun terakhir ini dapat menggenggam erat sisa hatinya yang sudah tak sempurna.

"aku rindu.” keluhnya, tertahan pun hanya dalam hati.

Dia sedang membereskan tulisannya dan membubuhkan kata 'the end' saat ekor matanya menangkap sosok perempuan yang hampir setahun ini menggenggam sisa setengah hatinya dengan penuh kehati-hatian. Ia melangkah masuk dan mendaratkan badannya di depan Dia. "Pulang yuk, kamu sudah terlalu lama disini." pungkasnya tersenyum.

mari pulang, ke tempat dimana aku belajar kembali untuk mencintai, semoga tuhan memudahkan langkahku.



Bumi
10 desember 2012
note: untuk seorang sahabat yang telah kugenggam setengah hatinya :)

Kamis, 06 Desember 2012

Ketika

ketika kehilangan seseorang menyebabkan kita menjadi kehilangan arah, maka berpegang teguhlah pada imanmu. Tuhanlah yang ada untukmu dalam situasi apapun baik kamu mengingat Nya ataupun saat alpa mengucapkan terima kasih padaNya.

 Setidaknya itulah yang menguatkan saya sekarang. Ada banyak 'ketika' dalam hidup ini, ketika dihadapkan pada kenyataan yang sama sekali tidak kita inginkan, kita hanya bisa berdoa dan berharap. Tuhan tidak begitu saja memudahkan kisah hidup seseorang dan membubuhkan kata "Happy ending forever" sebagai penutupnya. 

Tuhan memberikan rasa kehilangan untuk kita mengerti apa itu arti memiliki. Dan semoga kalian menggenggam erat apa yang kalian miliki sebelum secara perlahan atau segera Tuhan melepaskan genggaman kalian.

Kamis, 18 Oktober 2012

Tersesat



Mengembara ke belantara tubuhmu
kataku;
"Ini surgaku"
Matamu, kolam favorit tempatku mandi.
Bibirmu, serpihan manis yang kerap kujilati.
Bahumu, penadah air mataku.
Helai rambutmu, kebun tempatku bersembunyi.
Dadamu, tempatku tertidur lelap.
Kata-katamu, penawar racun sengatku.

Ini surgaku, kataku
tempatku pulang ketika mati.

Hujan bulan Juli


Seperempat jiwaku terbang menuju kotamu, melebur bersama hujan di bulan Juli yang menitik di pipi, mata dan helai rambutmu. Mengirimkan pesan rindu. Setiap detikku merayap di kertas menuliskan barisan kata penghantar pagi, siang dan malam, pesan untukmu yang tak pernah kukirimkan.
Sekali kita dipertemukan dalam keterasingan yang melelahkan, lalu kau berceloteh tentang waktu yang beranjak dewasa dan keinginanmu untuk bebas. Jarak kita hanya sejengkal, dipersatukan ciuman. Tanpa rasa. Lalu sedih itu merambat di dada, perih, karena rasa itu tumbuh perlahan.
Lampu kamar menyiram kuning kau dan aku yang terbaring berhadapan, kumulai jemariku menelusuri pias coklat matamu, lalu merah hangat pipimu dan gairah yang bersemayam di bibirmu. Aku hanya memastikan rasa itu ada. Kau tahu, semalam aku patahkan sayapku untuk tetap bersamamu mencari rasa di binar matamu dan kubiarkan diriku melata di bumi demi mu.
Kau tak pernah memandang mataku, entah kau takut aku membaca rasa atau kau tak mau membuatku sedih karena tak ada rasa yang menyubit hatimu. Kau hanya memberiku punggung telanjangmu yang dingin dan pelukan serta kecup di bibir. Apa rasa itu merayap perlahan atau tak pernah ada? 
Kamar berukuran 4x3 yg disiram cahaya kuning lampu jalan dari luar jendela meninggalkan percakapan dengan peluh dan nafas yg tersengal
Kau liat apa? 
Aku lihat malaikat, hey Kemana sayapmu? 
Aku patahkan semalam  
untuk apa? Kau tak mau pulang lg ke negeri Hujan?
Tidak, aku mau cari Rasa 
tak bisakah kau tak patahkan sayapmu saat kau mencari Rasa? 
Aku takut sayapku akan menyulitkanku. sebelum bertemu Rasa itu, sayapku akan membawaku terbang kembali.
lalu kau patahkan? perempuan gila!
Aku gila, tapi kau suka kan? 
sudah tidur saja, pakai bajumu. jangan meracau lagi, kau mabuk 
Ya, aku mabuk. Mabuk karena hanya sebatas bayanganmu saja kau dapat kunikmati tidak hatimu. Mabuk dengan perih yang menjalar. Jarak kita hanya sejengkal, tubuh kita berdekap, bibir kita berpagut, tapi entah dimana hati kita mungkin hilang terbawa hujan di senja.
Isyarat hatiku tak terbaca mata hatimu. Aku benci makan malam yang kau ganti dengan menu pil pahit yang terbuat dari serat hatimu yang dingin. Hasil percakapan malam itu: dua punggung yang saling berhadapan, dingin. Mungkin tidak sekarang. Mungkin esok atau lusa.
Mungkin tidak sekarang, mungkin esok atau lusa ketika kau terjaga dari lelapmu kau akan mengingat namaku sebagai perempuan yg kau rindui. Dan biarkan aku bercinta dengan sisa tenaga yang ada sampai akhirnya tertidur dalam pelukan Hujan. Setidaknya aku cukup bahagia.
Perlu 20 kali utk meyakinkan diriku bahwa apa yang akan kukatakan ini akan membuat sesakku (setidaknya) sedikit berkurang. Tapi kini konsekuensinya adalah aku kehilanganmu, tidak ada lagi hujan di bulan Juli, semua terhenti. Aku rindu Juli di bulan Juli. 

terinspirasi dari karya
Sapardi Djoko Darmono
Hujan Bulan Juni

Rabu, 17 Oktober 2012

fixing a broken heart. you really know what to do...



Kuukir namamu di udara. Pada sela malam purnama, dibalik ekor meteor, disepertiga malam yang beku.  Semalam, sambil menyesap secangkir kopi hitam yang sudah habis setengahnya kau menyenandungkan :
“you really know where to start fixing a broken heart. you really know what to do” 
Ku jawab aku tak tahu cara membebat air mata dan menahan letupan rindu. Dimana kau simpan hatimu? Apakah pernah terluka? Pernahkah kau menimbun sayatan yang membocorkan empedumu sehingga membuat pahit setiap kata yang kau ucapkan? Pernahkan kau tertatih ketika melatih hati?
Mainkan lagi gitarmu (setidaknya) tutupi luka hatiku.
Aku hanya mampu memelukmu lewat emoticon titik dua kurung tutup di setiap akhir percakapan lewat pesan singkat yang kau kirimkan, di pertengahan malam dengan kopi dan asap nikotin yang menjulang menuju atap langit dan menipis.
Malam ini temani sejenak aku meringkuk di ujung diam, bantu aku mereka-reka arah mata angin yang menerbangkan dandelion. 
Mungkinkah mengarah padamu?
Malam ini saja, temani aku melihat rasi bintang, sampai aku tertidur tanpa sehelai benang bersama kupukupu hijau di bawah kubah langit saat bibir malam berpagutan dengan bulan. Petik lagi gitarmu. Mainkan lagi lagu itu sampai aku kembali berani mencinta tanpa meminta.
you really know where to start
Fixing a broken heart
You really know what to do
Your emotional tools
Can cure any fool
Whose dreams have fallen apart
Fixing a broken heart...

Kawan di surga


Terimakasih mengunjungiku dalam bentukmu yang lain. Tak terjamah, hanya tersenyum dari balik genangan air. Apa kabarmu di surga? Maaf, beberapa bulan ini aku alpa mengunjungimu. terima kasih kau datang sebentar untuk mengingatkan hari ini tepat setahun kau disurga. Bagaimana rumah barumu disana? 
Apakah kau sempat bermain gitar dengan tuhan? 
Apa kau menang tanding bola lawan malaikat? 
Ingat kawan, kau tak menyembunyikan majalah playboy di bawah bantalmu lagi kan? 
Mereka bilang surga indah padahal mereka belum pernah kesana. Kau yg sekarang disana, bagaimanakah surgamu?Menyenangkan?
72 jam sebelum kau pindahan ke surga, kau masih sempat memelukku dan berbisik:
 “everythings gonna be ok, jangan sedih ya”.
Kawan, tepat 72 jam sebelum tuhan menjemputmu, kau pernah berujar:
“someday pasti kamu menemukan apa itu bahagia”
..Doakan aku mendapatkan arti bahagia yang selama ini aku cari..
sejujurnya aku rindu dengan kopi buatanmu disaat aku tersedak air mata sendiri. Apa kau masih mahir membuat kopi hitam pekat di surga? aku yakin pasti malaikat berbondong membentuk barisan rapi untuk mendapatkan kopi racikanmu dengan aroma yang berbeda itu. Jaga dirimu baik baik disurga. Aku tau disana tak ada kantor pos, maka dari itu kau tak pernah membalas surat2ku. Dan aku merindukan waktu senggang kita menikmati kopi di rooftop rumah susun tua mu saat senja. 
Tunggu yah, kalau waktuku tiba pasti kita akan bertemu, kita akan guncang langit dengan lagu ciptaan kita waktu itu :)


Dia dan Ia



Dia, lelaki dengan hati penuh tambal sulam, menjejali langkahnya dengan harapan, suatu saat hatinya berfungsi seperti semula.
Ia, perempuan dengan luka menahun di hati, matanya disesaki ribuan air mata yang berebut keluar serta aksara yang terlahir dari jemarinya.

Selasa, 16 Oktober 2012

Dear Harun


Hai Harun,

apa kabar?

aku mau memberitahumu bahwa aku akan menulis kembali, sudah terlalu lama aku meletakkan pena. Terlalu lama aku tidak menerjemahkan ribuan kata yang bergemuruh di kepalaku menjadi sebuah tulisan. Seandainya saja kamu masih disini, mungkin aku akan punya tempat untuk membicarakan konsep konsep ceritaku.

Aku berterima kasih, karena kamu, aku jadi menulis.Satu hal yang selalu kamu lakukan: Kamu mempercayaiku. Kamu percaya bahwa aku bisa menulis dengan baik.Mereka bilang, menjadi penulis itu miskin. tapi yang aku rasakan justru aku semakin kaya raya dengan menulis, ya, hatiku menjadi kaya raya akan rasa. aku bisa memahami banyak rasa. Sama seperti katamu 'menulislah dengan hati bukan otak' begitu juga merek yang menilai segala sesuatu berdasarkan neraca keuntungan bukan karena hati.

Harun, 
akhir akhir ini aku belajar sesuatu bahwa bermimpi ialah hal yang paling menyakitkan. aku memutuskan untuk berhenti bermimpi, untuk hal apapun. entahlah, dadaku terasa sesak. yang aku butuhkan hanya pelukan. 

Harun,
besok aku mau buka rental pelukan, aku merasa kasihan pada orang yang sedang dalam keadaan sedih dan tertekan dan yang mereka butuhkan sebetulnya hanya sebuah pelukan dan telingan untuk mendengar tapi tak ada yang disamping mereka menemani. ah aku baru saja dengan kau bilang "Gila!" lalu tertawa terkekeh. biar saja Harun, aku mau buka rental pelukan untuk setidakny ameringankan rasa sesak mereka yang menangis.

Harun,
aku harus pergi. keretaku sudah menunggu. sampai bertemu lagi, aku akan mengirimu surat seperti janjiku.

Au Revoir Harun!

Today's quote


Tidak ada yang lebih menyedihkan dari dua orang manusia yang tetap bersama hanya karena takut merasa sendirian, bukan bersama karena cinta.
HujanDiSenja